Al-kisah.
Hamba pulang kelana,
di Desa Pahlawan,
senegeri hulubalang dan serikandi
berseni berbudaya
pencak menjurus bergendang cerita melentik mulus segerak rasa.
sekedap tusuk kursani membaji ubun jiwa.
Pun begitu di negeri Melaka.
Makanya,
baru nak bersenang-senang setelah siuh
siah
gi mari
gi marii
Pertamanya hamba,
berjerenggenglah takkala bugar bayu
dan harum setanggi bergumal di kamar
melintas hirup,
sungkur di perdu rongga.....menghampar lena
lalu....
Tujuhkan beradik
Tujuh sebiring
Tujuh segenap
Mengikutlah dari bari
Amboilah kan tujuh
Semangat tujuh
Selangkat tujuh
Tunjanglah kan tujuh
Anggota tujuh
Sifatkan tujuh
Maknuyah tujuh
...........................
Ai.....turunlah kan tujuh
Belahkan sifat.
Anak Aceh berdarah Arab,
mengibar llayar ke laut jawi.
Bunga kembang di taman harap,
jangan kuntum layu ke bumi.
Tali sauh dililit-lilit,
singgah labuh di Sungai Lama.
Tuan helang sayalah pipit,
adakah boleh terbang bersama?
Belayar masuk ke Kuala Kedah,
patah tiang timpa kemudi.
Sekuntum bunga terlalu indah,
sekalian kumbang asyik berahi.
Sungguh cantik sarang tempua,
di alir sungai anak buaya,
helang pipit sama mergastua.
Mari terbang bersama
.....riang ke taman bahgia.

Nyiur gading puncak mahligai,
buat ketupat berisi inti,
hancur gading tulang berkecai,
kasih sayang sampai ke mati.
buat ketupat berisi inti,
santapan puteri muda remaja,
sudahlah dapat hajat di hati
seumur hidup hendak bersama.
Di seri indah mimpi
ku elus keningmu,
melurut usap ke ujung kidung madu
.
...Sang Puteri
~ sanggarraga
Bayan Kesuma
///


No comments:
Post a Comment